Komitmen dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) kembali ditunjukkan melalui suksesnya pelaksanaan Uji Sertifikasi Ahli Pratama KPBU yang diselenggarakan pada 5 Juni 2026 bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang juga turut dihadiri oleh Direktur Pembiayaan OIKN Muh. Naufal Aminuddin..
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan SDM yang terlibat dalam pengembangan proyek-proyek strategis nasional, khususnya pembangunan Ibu Kota Nusantara yang membutuhkan pemahaman mendalam terkait skema pembiayaan inovatif, tata kelola proyek, serta implementasi KPBU secara komprehensif
Menariknya, kegiatan ini bukan pertama kalinya dilaksanakan di lingkungan Otorita IKN. Tahun ini menjadi pelaksanaan kedua Uji Sertifikasi Ahli Pratama KPBU di Otorita IKN, menunjukkan tingginya komitmen institusi tersebut dalam membangun kapasitas internal serta mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang KPBU.
Menyiapkan SDM untuk Mendukung Proyek Strategis Nasional
Sebagai salah satu proyek pembangunan terbesar di Indonesia saat ini, Ibu Kota Nusantara membutuhkan talenta profesional yang mampu memahami kompleksitas proyek berbasis KPBU, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan badan usaha, struktur pembiayaan, pembagian risiko, hingga pengelolaan kontrak jangka panjang.
Melalui pelaksanaan uji sertifikasi ini, peserta diuji berdasarkan standar kompetensi nasional untuk memastikan bahwa setiap individu yang terlibat memiliki pemahaman dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan implementasi proyek infrastruktur dengan skema KPBU. Hal ini menjadi semakin relevan karena keterbatasan anggaran, skema KPBU kini semakin luas digunakan sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, baik pada proyek nasional maupun proyek-proyek pemerintah daerah.
PAP KPBU Konsisten Menjadi Penggerak Sertifikasi Profesional KPBU di Indonesia
Pelaksanaan kegiatan ini kembali menegaskan peran Perkumpulan Ahli Profesional KPBU (PAP KPBU) sebagai organisasi yang secara konsisten mendorong pengembangan kompetensi profesional di bidang KPBU.
Saat ini, PAP KPBU merupakan satu-satunya asosiasi profesi di Indonesia yang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi Ahli KPBU berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Hal ini menjadikan PAP KPBU memiliki peran strategis dalam memastikan tersedianya tenaga ahli yang tidak hanya memahami teori KPBU, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi formal yang diakui secara nasional.
Tidak hanya melalui sertifikasi, PAP KPBU juga secara aktif membangun ekosistem pengembangan kompetensi melalui pelatihan, in-house training, webinar, serta berbagai forum diskusi yang mempertemukan regulator, praktisi, investor, hingga pemerintah daerah.
Dukungan Langsung Pengurus PAP KPBU Sebagai Asesor
Pelaksanaan uji sertifikasi di Otorita IKN kali ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pengurus inti PAP KPBU.
Turut hadir secara langsung sebagai asesor adalah Sekretaris Jenderal PAP KPBU Andriansyah Tiawarman K, S.H., M.H., CPPPAS. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PAP KPBU Prof. Dr. Herawati Zetha, S.T., M.T, IPU, CPPPSS juga turut memantau proses dan memastikan seluruh proses asesmen berjalan sesuai standar kompetensi dan prinsip profesionalisme yang menjadi fondasi utama sertifikasi.Kehadiran pengurus inti dalam proses asesmen menunjukkan komitmen PAP KPBU untuk menjaga kualitas sertifikasi sekaligus memastikan bahwa setiap peserta yang dinyatakan kompeten benar-benar memiliki kapasitas untuk terlibat dalam implementasi proyek KPBU di lapangan
Penguatan Kompetensi untuk Masa Depan KPBU Indonesia
Kebutuhan terhadap tenaga ahli KPBU diperkirakan akan terus meningkat seiring semakin luasnya penerapan skema KPBU pada berbagai sektor pembangunan, mulai dari transportasi, rumah sakit, pengelolaan sampah, air minum, energi, pasar, hingga proyek strategis nasional seperti Ibu Kota Nusantara.
Melalui pelaksanaan sertifikasi yang berkelanjutan, PAP KPBU terus berupaya memastikan Indonesia memiliki SDM unggul yang siap menjawab tantangan pembangunan dengan pendekatan pembiayaan yang semakin inovatif dan kolaboratif.