Indonesia kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan infrastruktur berbasis Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) melalui dimulainya pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Groundbreaking yang dilaksanakan pada akhir Juli 2026 tersebut tidak hanya menjadi simbol dimulainya pembangunan fasilitas waste-to-energy, tetapi juga menandai semakin besarnya peran KPBU dalam mendukung penyediaan infrastruktur lingkungan yang modern dan berkelanjutan.
Dengan nilai investasi mencapai sekitar US$400 juta atau setara Rp7,2 triliun[1], PSEL Legok Nangka merupakan salah satu proyek persampahan terbesar yang pernah dikembangkan melalui skema KPBU di Indonesia. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029 setelah melewati masa konstruksi sekitar 41 bulan. Selama periode pembangunan, proyek diproyeksikan menyerap sekitar 1.565 tenaga kerja, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar.
[1] https://www.ayobandung.com/umum/7917443019/ancaman-dari-psel-legok-nangka-habiskan-rp72-triliun-untuk-bakar-2131-ton-sampah?page=1
Mengolah 2.131 Ton Sampah Menjadi Energi
PSEL Legok Nangka dirancang untuk mengolah sekitar 2.131 ton sampah per hari yang berasal dari enam daerah di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.
Melalui teknologi waste-to-energy, sampah yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir akan dikonversi menjadi energi listrik dengan kapasitas bersih sekitar 40,79 MW (kapasitas terpasang sekitar 48,8 MW). Selain menghasilkan listrik, proyek ini juga diproyeksikan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 311.874 ton CO₂ ekuivalen setiap tahun.
Skema pembiayaan proyek juga menjadi contoh penerapan KPBU yang komprehensif. Selain investasi badan usaha, proyek memperoleh dukungan pemerintah berupa Viability Gap Fund (VGF) sebesar Rp. 1,34 T dari kemenkeu[1] serta penjaminan pemerintah untuk meningkatkan kelayakan pembiayaan dan menarik partisipasi investor swasta.
[1] https://infrastruktur.co.id/public/index.php/proyek-psel-legok-nangka-dimulai-investasi-capai-rp72-triliun?utm