Pengembangan Terminal Bus Tipe A Purabaya yang studi pendahuluannya melibatkan Ketua Umum PAP KPBU Prof. Herawati Zetha bersama tim, menjadi salah satu proyek yang dipromosikan kepada calon investor dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026.
Surabaya, 1 Oktober 2026 — Upaya pengembangan Terminal Bus Tipe A Purabaya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) memasuki momentum penting. Proyek yang penyiapan studi pendahuluannya melibatkan Ketua Umum PAP KPBU Prof. Herawati Zetha bersama tim tersebut terpilih menjadi salah satu proyek unggulan Jawa Timur yang dipromosikan dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026, yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di Grand City Convex, Surabaya.
Proyek-proyek yang diundang disebut telah terpilih sebagai proyek unggulan Jawa Timur untuk diikutsertakan dalam kegiatan promosi investasi. Forum tersebut juga menyediakan rangkaian many-to-many meeting, one-on-one meeting, project showcase, hingga project visit untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor
EJIF sendiri menjadi forum promosi investasi Jawa Timur yang mempertemukan pemerintah, pemilik proyek, dan calon investor. Pada pelaksanaan hari pertama, sejumlah proyek investasi ditawarkan dari sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta sektor berkelanjutan dan bernilai tambah. ANTARA News Jawa Timur
Purabaya Ditawarkan sebagai Proyek Urban Development
Menariknya, dalam agenda EJIF 2026, Pengembangan Terminal Tipe A Purabaya ditempatkan dalam kelompok Urban Development, bersama sejumlah proyek strategis lain seperti pengembangan fasilitas rumah sakit di kawasan Madiun Raya, perumahan Tambak Wedi dan Sememi, East Outer Ring Road Surabaya, serta Sport Center Mojokerto.
Dari Studi Pendahuluan Menuju Forum Investor
Masuknya Purabaya dalam EJIF 2026 juga menjadi perkembangan penting dari proses penyiapan proyek yang sebelumnya telah berjalan.
Studi terkait pengembangan Terminal Purabaya telah dilakukan sejak 2023, kemudian pada 2026 dilakukan pemutakhiran data untuk mendukung penyusunan studi pendahuluan proyek. Dalam proses tersebut, tim yang dipimpin Prof. Herawati Zetha melakukan survei lapangan dengan menyasar PO bus, pengguna terminal, dan masyarakat sekitar Terminal Purabaya.
Pada kegiatan survei tanggal 18 Juli 2026, tim berhasil mengumpulkan sedikitnya 176 respons dalam satu hari. Pengumpulan data lapangan tersebut juga dilengkapi dengan kunjungan dan koordinasi untuk memperoleh data dari sejumlah instansi terkait, termasuk unsur Bappeda Provinsi Jawa Timur, Bappeda Litbang Kabupaten Sidoarjo, BPTD, serta dinas perhubungan terkait.
Keterlibatan PAP KPBU dalam proses tersebut tidak berhenti pada Ketua Umum. Stefanus Kristanto, anggota PAP KPBU, turut terlibat sebagai Ahli Ekonomi dan Finansial dalam tim penyusunan studi pendahuluan Pengembangan Terminal Tipe A Purabaya.
Aspek ekonomi dan finansial menjadi salah satu komponen penting dalam penyiapan proyek yang akan ditawarkan kepada pasar, terutama untuk menguji potensi permintaan, struktur pendapatan, kebutuhan investasi, kelayakan finansial, serta struktur kerja sama yang dapat dikembangkan.
Hal ini sejalan dengan persyaratan materi promosi proyek EJIF 2026. Panitia meminta setiap proyek menyiapkan informasi antara lain mengenai profil investasi, skema kerja sama atau bisnis, analisis demand dan supply, aspek teknis, prospek pengembangan, profil kebutuhan investor, serta analisis kelayakan finansial yang mencakup pendapatan, biaya, keuntungan, NPV, IRR, dan payback period.
Momentum Penting bagi Proyek KPBU Purabaya
Bagi PAP KPBU, masuknya Pengembangan Terminal Tipe A Purabaya dalam jajaran proyek unggulan Jawa Timur menjadi momentum penting, terutama karena proyek tersebut merupakan salah satu proyek yang proses studi pendahuluannya turut melibatkan tenaga ahli PAP KPBU.
Kehadiran Prof. Herawati Zetha selaku Ketua Umum PAP KPBU bersama Stefanus Kristanto selaku Ahli Ekonomi dan Finansial dalam rangkaian EJIF 2026 sekaligus menjadi kelanjutan dari keterlibatan mereka dalam proses penyiapan proyek.
Tahapan ini juga menggambarkan perjalanan penting sebuah proyek KPBU: dari pengumpulan dan pemutakhiran data, penyusunan studi pendahuluan, pengujian aspek teknis serta ekonomi-finansial, hingga memperkenalkan proyek kepada pasar dan calon investor.
Dalam konteks tersebut, keberhasilan KPBU tidak hanya ditentukan ketika transaksi telah tercapai. Kualitas proses penyiapan sejak tahap awal menjadi fondasi agar sebuah proyek dapat memiliki struktur yang layak, memperoleh respons pasar, dan pada akhirnya mampu menarik partisipasi badan usaha.